Hidup itu Butuh Proses

Halo kawan! Tidak terasa sudah satu tahun dan tiga bulan, aku tidak menulis di blog ini. Setelah aku cek riwayat postingan di blog ini, tulisan yang terakhir aku tulis adalah cerita waktu aku kunjungan ke NTU tahun lalu di Singapura. Yah memang, sejak saat itu aku sadar bahwa orang-orang yang berada di lingkungan negara yang dikatakan maju seperti Singapura memiliki tingkat produktifitas yang tinggi.

Hidup itu Butuh Proses

Maka, sejak saat itulah aku mulai mencoba untuk melakukan pembenahan. Khususnya pada fokus bidang yang ingin aku kuasai saat ini. Sejak SMA, aku sangat menyukai bidang Teknologi apalagi behind the scene nya Computer Science. hehe.. Satu tahun terakhir ini adalah tahun yang sangat "memorable" bagiku. Karena aku berada di lingkungan yang cukup mendukung untuk mengembangkan potensi diri. Baik itu di lingkungan kampus, komunitas dan pekerjaan. 

Ketika melihat beberapa waktu belakang, banyak perubahan signifikan yang sudah aku rasakan baik itu secara softskill dan juga hardskill. Hal itu tidak terlepas dari beberapa faktor. Setelah aku merantau dari Riau ke Yogyakarta. Aku banyak bertemu dengan orang-orang yang sangat mencintai diri dan passionnya. Sehingga mereka dapat begitu cepat berkembang dengan minat dan bakatnya. Dari mereka aku mulai belajar "Learning by doing" dengan memulai how-to-be untuk melakukan sesuatu.

Semua itu bermula dari kampus, saat aku menjadi salah satu mahasiswa "polos" yang gak tahu apa-apa. Bahkan akupun cukup minder ketika bertemu dengan orang baru. Tetapi setelah beberapa waktu, suasana berubah ketika aku mengenal mereka. Berkat mereka aku dapat merubah cara berpikir, berkomunikasi dan bergaul. Tetapi kadang kala ada beberapa orang yang suka mengeluh akan hal-hal kecil yang sekiranya itu bisa di solved by self yang itu bisa menjadi faktor seseorang tidak bisa berkembang.

Sehingga ada sebuah manifesto yang bisa aku jadikan acuan untuk scaling diri menjadi better. Jika ingin menjadi seseorang yang spesial maka anggaplah dirimu spesial. Kadang kala terus mengeluh pun tidak akan dapat menyelesaikan suatu problem. kecuali jika ia mau mencari solusi yang tepat akan masalah yang ia keluhkan. Maka, masalah terbesar yang harus aku hadapi saat ini adalah diriku sendiri. Rasa malu, takut dan introvert harus di balik untuk bisa menjadi apa yang aku inginkan dan orang lain butuhkan.

Sadarlah kalau berubah itu butuh proses. Setiap orang pasti akan melewati fase "from zero to be hero". Sekian curhatanku kali ini. Sampai jumpa di lembar berikutnya.

CONVERSATION

0komentar:

Post a Comment