[Sajak] Mengenang Peristiwa - Sajak Yang Terpendam

Assalamu'alaikum, Sahabat Netizen yang budiman...Kamu...ya kamu.... Apa Kabarnya? Alhamdulillah kalo baik. Saya Do'akan kamu sehat selalu yaa,,
Karena pada saat ini kita telah melewati 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Dan mumpung masih dalam suasana Kemerdekaan. Saya teringat pada sebuah sajak yang sudah pernah saya tuliskan. Sajak ini pertama kali di tuliskan Ayah saya dalam sebuah Buku Catatan Kecilnya,, Dua Bait pertama adalah sebuah inspirasi yang masih saya ingat. ketika tulisan beliau mengingatkan saya dalam semangat perjuangan. Sudah hampir setahun sajak ini belum saya publikasikan dan sekarang adalah sebuah waktu dan momentum yang tepat. Berikut adalah sajaknya....

MENGENANG PERISTIWA
Goresan Tinta  : “M.Diah & Restuhaqza”

Ketika Martil dan Bom
Menghantam Bambu Runcing
Menggilas mampus para pejuang
Yang tak kuasa menghadang

Para petani di sawah ladang
Dengan berton-ton hasil panen di rampas
Oleh para kolonial yang buas
Mirisnya sebuah ironi di negeri yang panas
Tanam paksa menjadi ganas

Akankah kalian ingat???..
Janji-janji para penjajah, pembajak dan perompak
Menguras harta kekayaan Negeri Nusantara
Negeri yang makmur, aman dan sentosa
Negeri yang terlintas di bawah khatulistiwa
Menjadi primadona Masyarakat Dunia

Tetapi di kala zaman dahulu kala
Pribumi kita menjadi sengsara
Kehidupan miskin dimana-mana
Hingga ke pelosok hutan belantara
Menuliskan kisah dalam sebuah sejarah

Hingga pada pertengahan tahun empat lima
Kami berjuang merebut Kemerdekaan Indonesia
Bersatu tekad Jiwa dan Raga
Golongan Tua dan Golongan Muda
Membangun Nasionalisme Nusa dan Bangsa
Tuk menggapai Impian dan Cita-cita

Sekilas menghidupkan mimpi…
Mengibarkan Saka Merah Putih
Menjulang tinggi di bumi pertiwi
Setelah kemerdekaan di proklamasi
Melewati zaman menuju reformasi

Hai bangsa Negeri ini !!!
Dengarlah panggilan Ibu Pertiwi
Nusantara telah merdeka
“Atas Nama Bangsa Indonesia”

Sekian yang dapat saya persembahkan untuk karya dalam Kemerdekaan Indonesia ke-72 Tahun. #IndonesiaBerkarya #CerdasBerkarakter

CONVERSATION

0komentar:

Post a Comment